Memiliki yang Hilang
Saat Tuhan tuangkan waktu, itulah tanda zamharir memulai peraduannya
Meski waktu yang mengantarkan pada ara
Setidaknya ia mengerti bahwa harapannya telah menjadi debu dan sirna
Lantas bagaimana mungkin ia kehilangan apa yang tak menjadi miliknya ?
Ia memiliki kehilangan yang seharusnya tak menjadi miliknya
Tak adil, bukan ? bahkan ia masih memiliki ara
Penyesalan menganak sungai nan berbuih di samudra
Tapi ia tak cukup sempurna sekalipun ada nanar yang merenda matanya
Yang ia kira saat itu hanyalah… kehadirannya sebagai pelita
Hadirnya angin adalah simalakama meruntuhkan sukma dan memadamkan ia
Tapi mana mungkin ? karna ia ara
Ia meleleh perlahan dan menyatu dengan masa, ini bukan kemauannya
Ia melawan arus deras namun tak bisa
Dan waktu telah membuatnya tenggelam dan sulit untuk ia ada
Melankolis sebagai akhir sebuah fakta
Apakah ia harus berhenti terpaksa ?
Atau menahan arus dan menumpahkannya ke dalam samudera
Tidak ada komentar:
Posting Komentar