Selasa, 09 Desember 2014

"Andai Aku Jadi Raja" (Khajad Purnommo)

"Andai Aku Jadi Raja"

Sepenggal cerita Sang Raja dan para Dwija-Dwijanya yang dihormati dan di panuti oleh semua rakyat dan prajuritnya.
Disebuah kerajaan yang sedang dilanda perang yang berkepanjangan terlihat ribuan prajurit kerajaan yang rela mengorbankan nyawa mereka demi kerajaan yang mereka cintai sedang di inspeksi oleh para Dwija kelengkapan seragam kerajaan yang rutin dilakukan oleh kerajaan karena akan menentukan identitas prajurit mereka. Diantara ribuan prajurit yang akan berangkat ke medan perang untuk mempertaruhkan nyawanya demi kaerajaan yang mereka cintai terdapat satu prajurit yang tidak memakai pelindung kepala khusus kerajaan. Dia langsung diseret oleh seorang Dwija keluar barisan dan langsung dihukum cambuk lima kali. Setelah itu sang Dwija bertanya kepada si prajurit yang tengah menahan sakit karena cambukan sang eksekusi yang kejam “dimana pelindung kepalamu? Kenapa tidak kau pakai? Itu merupakan identitas kerajaan kita, apa kau tidak tahu, ha?”
”Pelindung kepala hamba hilang waktu hamba sedang memperbaiki istana yang rusak karena perang'” jawab si prajurit.
”aku tidak peduli! Kenapa kau tidak mengambil lagi di gudang?” tanya sang Dwija.
“hamba sudah mencobanya tapi penjaga gudang berkata bahwa pelindung kepala untuk prajurit sudah habis dan belum ada kiriman dari para empu. Raja belum memerintahkan Patih untuk membeli besi untuk diserahkan kepada para empu supaya dibuat seragam prajurit untuk perang.” jawab si prajurit dengan halus.
“saya tidak mau tahu, saya mau dalam perang selanjutnya kau sudah harus memakai pelindung kepala, sekarang pulanglah” kata sang Dwija.
Si prajurit pun pulang dengan perasaan sedih karena dia tidak bisa berjuang untuk kerajaannya. Ketika berjalan pulang ia melihat dan mendengar ringis dan erang prajurit lain yang senasib dengannya, tapi saat di tanya Dwija mereka menjawab lupa memakai pelindung kepala. Dalam hati ia berkata seandainya saya lupa, bukan tidak punya.
Setelah sampai dirumah sederhananya si prajurit memutuskan untuk membuat sendiri pelindung kepala yang akan dipakainya di perang selanjutnya dengan bahan seadanya.
Beberapa minggu setelah itu telihat si prajurit sudah berada ditengah-tengah barisan prajurit yang tengah di inspeksi. Tiba-tiba si prajurit diseret keluar barisan lagi oleh seorang Dwija.
Sang dwija bertanya “kenapa kau tidak memakai pelindung kepala kerajaan ha?”
“hamba tidak punya, jadi hamba buat sendiri” jawab si prajurit
“seharusnya kau memakai pelindung kepala kerajaan bukan barang ini!!” bentak sang dwija sambil melempar pelindung kepala si prajurit yang telah dibuatnya dengan payah. “cambuk dia sepuluh kali” kata sang dwija kepada sang eksekusi yang tak jauh darinya.
Hari itu si prajurit malang kembali dapat cambuk. Setelah menjalani hukuman si prajurit datang ke gudang penyimpanan seragam perang untuk mengambil pelindung kepala. Tapi alangkah kecewanya si prajurit mendengar penjaga gudang yang berkata “ pelindung kepala akan di buat tahun depan karena Kerajaan akan membeli besi pada tahun depan.” dia pun pulang kerumah dengan lesu lemah.
Beberapa hari setelah itu semua prajurit dikumpulkan seperti biasa. Tapi kali ini tidak ada inspeksi karena keadaan sedang genting. Pasukan Kerajaan di garis depan sedang kocar-kacir. Si prajurit yang tidak memakai pelindung kepala kegirangan karena akhirnya dia bisa membela kerajaannya di medan perang.
Di medan perang si prajurit bertempur dengan penuh semangat pengorbanan. Sampai akhirnya si prajurit malang tertusuk tombak musuh tepat di bagian belakang kepalanya. Semua berakhir dengan kejadian heroik itu. Andai saja sang Raja sudah membeli besi... Andai saja para empu telah membuat pelindung kepala untuk si prajurit yang malang... Andai saja si prajurit malang memakai pelindung kepala pasti sekarang dia masih bertempur dengan gagahnya untuk membela kerajaannya.
Andai saja itu terjadi ....Tapi sayang semua itu hanya sebatas andai'andai, hanya sebatas mimpi. Semua telah terjadi dan tak seorangpun dapat mencurangi...
Tapi...
Andai aku seorang Raja yang digdaya dan berkuasa, aku akan menjadikan semua andai-andai itu menjadi sebuah kenyataan yang senyata nyatanya.....
Andai saja..
Hanya helaan nafas yang berani menampakkan diri.
oleh Khajat Purnomo
orang indonesia 261014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar