Kenapa Jooranes?
Hari itu mungkin menjadi hari yang besar bagi bangsa Indonesia. Kenapa? Karena hari itu sang nakhoda ke-7 telah mengambil alih kemudi kapal bernama RI. Tapi bukan itu yang gue mau harapkan disini ! Gue berharap hari itu juga hari dimana ditegakkannya suatu kondisi dimana makhluk-makhluk kasar yang bermanifestasi menjadi jomblo tak lagi dipandang sebelah hidung, (eh hahaha dipandang sebelah mata kamsudnya). Menurut gue, setatus jomblo atau tidak itu sama saja. Bedanya cuma kalau jomblo itu berarti tidak punya pasangan, dan sebaliknya. Itu saja kan. Tapi pemikiran mainstream orang-orang mengatakan seakan jomblo itu sebagai bahan isi museum, kayak makhluk aneh, mirip alien versus koruptor (oops), atau keturunan manusia purba meganthropus setengahtikus. Gituu!!
Sore itu, gue enggak tau jam berapa, yang jelas cuacanya sedang hujan deras. Duduk SENDIRI bersandar tiang beton di luar kamar kost, kaki “selonjor”. Teman gue sih pada di dalam kamar. Gue pegang gitar dan mulai memainkan,
“kuncine lagu selimut tetangga pertamane apa bos?” Teriak tanya.
“mulai Aminor bro..” Jawab.
“Oh.. hoOh.”
“mulai Aminor bro..” Jawab.
“Oh.. hoOh.”
Ini lagu gue banget.. soalnya gue sering minjem selimut tetangga buat tidur, maklum gue biasa selimutan dobel, biar anget. Kan kalau anget jadi tidurnya pulas, terus yang diharapkan itu bisa mimpi indah, naah. Mulai memainkan lagu dengan nada intro.
(ayo nyanyi beroo)…bersabarlah sayang, aku akan pulang, jangan dengarkan gosip murahan, tentang aku…bla bla bla
(masuk reff) …lingsir wengi, sliramu tumeeking.. stop!! Jancuk boss. Ganti lagu dewe. Gaswatt.. gue malah nyanyi buat manggil mantan!. Hahaha
(masuk reff) …lingsir wengi, sliramu tumeeking.. stop!! Jancuk boss. Ganti lagu dewe. Gaswatt.. gue malah nyanyi buat manggil mantan!. Hahaha
Dan sore itu pun gue habiskan untuk bemesraan dengan si gitar fals ini, tidak ada aktifitas lain, selain nyanyi bersama kawan-kawan, memainkan lagu-lagu yang dipas-paskan dengan kisah hidup gue, seperti lagu selimut tetangga tadi, (selimut saudara juga), terus mix sama lagu si bolang.. nah itu gue banget. Enggak perlu suara merdu, asal enggak kelihatan fals, serta pitch control nya jelas, ya sudah. Enggak perlu jaim sok romantis, teriak-teriak sampai suara habis, tidak masalah.
Hati bicara “ini enaknya kalau kita itu jomblo sobat, kita tidak perlu membaikkan diri, tak perlu jadi sempurna, gini malah enak.. jadi diri sendiri, tidak gengsian, ngupil juga tidak ada yang larang(asal jangan dikasih ke teman), mau teriak teriak, jingkrak jingkrak, rusak sana rusak sini, tidak ada yang marahi, paling tetangga sebelah, yang biasa selimutnya gue curi.. hahaha”
Tapi hati kecil menimpali, “sobat, tapi lebih enak lagi kalau nyanyi nya sama pasangan, berdua di bawah rintik hujan, bermesraan di bawah terik mentari, selalu bersama seperti AP Boot bisa di segala situasi dan kondisi. Eiits.. tapi tetep jadi diri kamu sendiri, kadang ngupil ya enggak apa-apa, hidung kan juga sering minta diperhatiin?”
Gubraakk !! terbangun dari lamunan di malam jum'at.
Oleh: Erga Putra RA 231014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar