Selasa, 02 Desember 2014

"SENDIRI" (Iyang Wulan)

SENDIRI

Menutup mata itu gelap,membuka mata aku sendiri.
mungkin ini takdir,atau kebahagian yang tertunda,
semua mata meningalkan aku.
tangan tangan itu pun selalu kalap,
mnampar aku dengan kenagan dulu,
mungkin ini salah ku,atau memang takdir ku,
aku tak tau siapa yang di tingalkan dan yang meningalkan,
temanku hanyalah kesedihan,dan kesepian selalu menari nari di setiap ujung pandang mataku.
ini seperti tak adil,tapi ini suratan takdir,
marah memang,kenapa yang lain mudah tertawa sedang aku snyum pun tak bisa,
apakh tuhan menyayangiku,,??
jika ia kenapa tuhan biarkan hidupku selalu dalam kepayahan,
atau mungkin ini kah kasih sayang tuhan,yang di tunjukan dengan cobaan.
sering aku meraung,ambilah aku tuhan jika hidupku ini sudah tiada arti.
tubuhku ini sudah lemas,tulang tulangku pergi dan menertawaiku,enyahlah kau di sini,begitu katanya,
tubuhku hancur di bawa hembusan angin ketidak berdayaan,
tapi dalam putaran putaran masa aku menemukan satu harapan,yang memaksa aku untuk berjuang.


Oleh: Iyang Wulan 10 oktober 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar