Selasa, 09 Desember 2014

"Kado Terakhir" (Wulan Aprilia)

"Kado Terakhir"
Namaku Keisya dan sekarang aku duduk dikelas XI SMA.Hari-hariku semakin indah dengan hadirnya Dafa dihidupku.Dia salah satu orang yang bisa membuatku tersenyum setelah kepergian kedua orang tuaku satu tahun silam,dan itu artinya hampir dua tahun ini aku menjalin hubungan dengannya.Kami selalu mengabadikan saat-saat bersama dalam album foto pemberian mama.Dan aku suka sekali melihatnya saat jingga mulai menyelimuti langit,karena saat itu adalah saat Dafa menyatakan perasaannya kepadaku.
"Aku merindukan Dafa yang dulu" kata-kata itu mewakili perasaanku saat ini.Hanya pandangan kosong yang mampu kuekspresikan saat melihat foto kenanganku bersama Dafa.Dan sebuah pertanyaan menyelinap dalam benakku "Apakah aku akan kehilangan Dafa sebentar lagi?".Entahlah.Tapi aku berharap itu tidak akan terjadi.Karena aku benar-benar mencintainya,meskipun sekarang yang tersisa hanyalah cinta semu.Cinta semu yang mungkin akan kandas saat Dafa menyatakan perasaannya pada Sarah,teman sekelasku.
Dua hari lagi adalah hari ulangtahunku dan Dafa.Ya,,,ulangtahunku sama dengan Dafa.Seperti tahun yang lalu aku sudah merencanakan sesuatu untuknya,memang bukan sesuatu yang spesial tapi setidaknya aku sudah berusaha untuk memperbaiki hubungan ini.
"Bantu aku buat surprise ya..." pintaku pada Hiima.
"Buat Dafa" Hilma mengerutkan kening.
Aku hanya mengangguk mengiakan.
"Kamu masih mencintai Dafa?
Mendengar pertanyaan Hilma aku tertunduk lesu.Aku tahu Hilma ingin aku putus,karena dia tidak mau melihatku yang terus menerus dikecewakan Dafa.Tapi entah mengapa aku justru ingin terus bersama Dafa,meskipun akhir-akhir ini dia tidak pernah memperdulikanku.
"Kamu punya rencana apa?" Hilma kembali bertanya kepadaku.
"Kamu mau membantuku?" aku balik bertanya.
Hilma tersenyum "Tentu"
"Aku akan membuat untuk Dafa dan besok pagi aku akan menunggunya didepan gerbang sekolah.Raka sudah berjanji membantuku" aku berbisik ditelinga Hilma.
Hari yang kutunggu akhirnya tiba.Aku berangkat sekolah lebih pagi dari biasanya.Dan ternyata Raka telah menunggu disana.
"Hey...sudah lama?" aku menyapanya.
"Tidak...baru sepeleh menit".
"Tumben-tubenan berangkat pagi?" tiba-tiba suara Hilma terdengar dari arah belakang.
"Tentu,untuk dua sahabatku.Aku mendukungmu dengan Dafa" Raka menepuk pundakku.
"Terimakasih,semoga dia suka dengan kejutan ini" aku berharap.
Sepuluh menit lagi jam pelajaran kan segera dimulai,tapi Dafa belum juga datang.Aku mulai lesu "jangan-jangan dia tidak masuk hari ini" gerutuku dalam hati.
"Dafa pasti masuk kok,kita tunggu lima menit lagi" Hilma menenangkanku.
"Ia kita tunggu sebentar lagi" Raka menyetujui.
Tiba-tiba ponselku bergetar. "Tante Gita" aku memberitahu.
"Apa Dafa benar tidak masuk,buktinya mamanya telepon kamu" Raka menerka-nerka.
Tanpa menunggu lagi aku segera mengangkat telepon dari tante Gita.
Suara tante Gita tersendat-sendat "Keisya,Dafa kecelakaan.Dia meninggal"
Mendengar itu semua,kado di tanganku terjatuh diikuti cairan bening yang meluncur ke pipiku.
Beberapa hari setelah kepergian Dafa aku tak banyak berbicara.Aku memilih untuk sendiri di rumah setelah pulang sekolah.Sampai saat ini aku sama sekali tidak pernah menyangka Dafa pergi secepat ini.Sore ini aku hanya duduk termenung sendiri didepan rumah.Sementara pikiranku melayang jauh entah kemana.
"Keisya" seseorang telah memanggilku.
Aku segera berdiri setelah melihat tante Gita disampingku "Tante" aku menjabat tangan tante Gita.
"Silahkan masuk tante"
"Tante duduk disini saja.Tante kesini hanya ingin memberikan hadiah dari Dafa yang belum sempat diberika.Ini hadiahnya" tante Gita mengulurkan sebuah kotak kecil berwarna merah.
"Hadiah" aku bertanya-tanya daam hati sambik menerima kotak itu.
"Hadiah ini sudah dipersiapkan jauh hari sebelum ulangtahunmu Keisya" tante Gita memberitahu.
Setalah itu tante Gita menceritakan rahasia yang tidak aku ketahui sebelumnya.Kebenaran yang kembali membuat air mataku mengalir.Sekarang aku tahu,ternyata Dafa dan Sarah berpura-pura saling mencintai hanya untuk ulangtahunku.
"Happy brithday" tinta merah jambu mengukir ucapan terakhir Dafa untukku,bersama cincin dan foto kami berdua.

Oleh: Wulan Aprilia 221014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar