Berawal dari anak kalem, supel dan tak mengenal dunia luar. Begitu mengenal laki-laki, inilah awal dari virusku. Sekolahku yang hancur, prestasiku yang tak pernah terukir lagi, malas belajar yang menghantui, itu semua karena satu penyebab “pacaran”. Ini adalah Virus yang sangat mematikan bagi pelajar. Tidak ada manfaat dan buang waktu. Aku yang rela berkorban untuk seorang pacar yang belum tentu jodohku, itu yang akhirnya kandas di tengah jalan adalah hal bodoh yang pernah aku lakukan. Tertipu oleh mulut manisnya, tertipu dengan wajah yang menggelapkan dunia.
Satu penyesalanku yang mungkin takan pernah terganti. Kekecewaan yang mungkin akan mereka rasakan jika mereka mengetahui semuanya.ya.. mereka kedua orang tuaku. Tubuh yang penuh dengan noda dosa membuatku tak sanggup menjalani hidup ini. Kebohongan dan dusta yang dulu pernah terucap membuatku jijik pada diriku sendiri. Memori yang ada dalam otak ini ingin rasanya ku buang. Lumuran dosa yang mungkin membuat mereka terbanjiri olehku yang padahal mereka tak mengetahui dan melakukannya sama sekali. Oh Tuhan.. di dunia ini mungkin Kau masih menutupi aib ku, tapi di sana kelak apakah kau masih akan menutupinya atau bahkan menghapusnya?
Tuhan ya rabbku..sesungguhnya hamba hanya manusia biasa yang ingin bertaubat sungguh sungguh bertaubat. Tapi apalah daya, godaan yang sering menghampiri seakan membuat imanku luluh. Sedari kecil tak pernah pedulikan mereka,bahkan ketika mereka berpisah sekalipun aku belum pernah menjalankan pesannya dengan baik. Ingin menjadi anak yang sholeha, itu tujuanku saat ini. Pesan dari almarhumah ibuku agar aku tak lupa sholat, rajin mengaji, rajin sekolah itu belum sempurna aku lakukan. Pesan dari ayahku untuk menjadi seorang hafidzah belum sempurna aku lakukan. Mencoba menjadi wanita lebih baik dan dewasa saat ini langkah pendek yang akan aku lakukan. Tekadku untuk kesalahan yang dulu pernah ku lakukan, akan kujaga untuk tidak dan tak akan pernah terulang lagi. Impianku untuk menjadi wanita yang baik di akhirat untuk menolong kedua orang tuaku kelak.ya.. hanya itu yang bisa aku lakukan saat ini. Impian tinggal di pondok masa kecilku kini terwujud. Mungkin ini jalan-Nya untukku menuju keridhoan-Nya.
Do’a ku:
ya Alloh..Sesungguhnya aku mohon kepada-Mu kesehatan di dunia dan di akhirat.
Ya Alloh..Sesungguhnya aku mohon maaf dan keselamatan pada agama,dunia,keluarga dan hartaku.
Ya Alloh..tutupilah auratku, dan berikanlah keamanan dari rasa takutku,jagalah aku dari hadapanku, dari belakangku,dari sebelah kanan dan kiriku, ddan dari atasku. Dan aku berlindung dengan keagungan-Mu agar tidak celaka dari arah bawahku.aamiin
@Sansan_religius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar